Perkembangan terbaru di provinsi Hasakah menunjukkan dinamika signifikan dalam peta konflik. Pasukan dari suku-suku lokal diperkirakan akan melakukan kemajuan luas keesokan harinya, setelah sebelumnya berhasil membebaskan sejumlah wilayah dan desa di provinsi ini.
Wilayah Al-Qehtaniyah dan desa-desa sekitarnya menjadi target utama operasi, terutama setelah suku Tay menguasai kawasan selatan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kontrol lokal dan membuka jalan bagi stabilisasi di area yang sebelumnya berada di bawah kendali milisi SDF.
Sumber lokal melaporkan, SDF menempatkan artileri berat di sekitar gedung balai kota Sarin, yang dilengkapi dengan terowongan menuju perbukitan al-Qasq di sebelah barat. Posisi ini menunjukkan strategi defensif milisi yang fokus pada jalur logistik utama, bukan area pemukiman mayoritas Arab.
Mayoritas penduduk Sarin terdiri dari Arab, sekitar 90 persen, sehingga SDF kurang memprioritaskan penguatan posisi mereka di tengah warga. Ini membuat pasukan lokal memiliki peluang lebih besar untuk menguasai wilayah tersebut tanpa perlawanan berat.
Media lokal juga mencatat, keruntuhan proyek SDF telah menjadi sorotan, meski liputan internasional berbeda-beda. Media Israel menyoroti kegagalan milisi, sementara media pro-kanan Amerika cenderung minim perhatian, kecuali beberapa pernyataan dari pejabat seperti Lindsey Graham.
Keruntuhan SDF dianggap penting secara strategis, karena memengaruhi peta geopolitik kawasan. Kegagalan milisi ini dipandang sebagai titik balik dalam proyek “Koridor Daud” dan membuka peluang pengembangan jalur perdagangan Saudi-Turki menuju Eropa.
Dengan terbukanya jalur darat baru melalui Turki, akses dari Asia ke Eropa bisa lebih cepat dan efisien, mengurangi ketergantungan pada rute laut tradisional. Ini menjadi kepentingan strategis bagi sejumlah aktor regional yang memantau perkembangan Suriah.
Keberhasilan pasukan lokal juga berkontribusi pada penguatan moral Tentara Arab Suriah. Persatuan negara dan kendali pemerintah atas wilayah yang sebelumnya tercerai berai menjadi semakin nyata, menandai awal dari penulisan kembali peta politik Suriah timur laut.
Selain itu, keruntuhan SDF menutup babak bagi kelompok-kelompok separatis yang pernah mendominasi wilayah Sweida dan sisa jaringan mereka di pesisir Suriah. Pemerintah dapat memusatkan perhatian untuk menstabilkan seluruh provinsi.
Perbedaan pandangan antara mantan Presiden Trump dan pemerintahan kanan Amerika juga menjadi faktor penting. Ketidakselarasan strategi Amerika terhadap SDF memengaruhi dukungan eksternal, sehingga mengurangi kemampuan milisi mempertahankan wilayah.
Sumber daya strategis juga menjadi pertimbangan. Kawasan Hasakah kaya akan minyak dan gas, yang menjadi kunci pemulihan ekonomi Suriah. Kontrol pemerintah atas wilayah ini akan membuka peluang signifikan dalam perencanaan ekonomi nasional.
Keberhasilan operasi lokal menandai fase penting dalam konflik. Pasukan muda yang berani mempertahankan garis depan telah menorehkan prestasi besar, meski mengorbankan nyawa dalam jumlah signifikan. Puluhan hingga ratusan prajurit gugur sebagai bagian dari perjuangan.
Warga sipil mulai merasakan dampak positif dari stabilitas yang kembali. Jalan-jalan yang sebelumnya diblokade milisi kini dapat dilalui, dan aktivitas ekonomi mulai menggeliat meski perlahan.
Kampanye ini juga memberikan pesan moral dan simbolis. Kekuatan pemerintah dan suku lokal bersatu, memperlihatkan kemampuan untuk mengatasi milisi bersenjata dengan koordinasi yang matang.
Pos-pos strategis SDF yang ditinggalkan menjadi titik penting bagi pasukan pemerintah untuk menegakkan kontrol dan memastikan jalur logistik tetap aman.
Keberhasilan ini diharapkan mencegah munculnya kantong-kantong perlawanan baru di Hasakah. Pendekatan ini juga memberikan contoh bagi provinsi lain dalam menanggulangi ancaman milisi.
Upaya ini disertai dengan diplomasi lokal yang intensif. Tokoh masyarakat, suku, dan komunitas etnis diminta bekerja sama untuk memastikan transisi kekuasaan berjalan mulus.
Operasi di Hasakah menjadi cermin bagi kekuatan milisi SDF yang mulai terpecah. Loyalitas internal menurun dan moral pasukan melemah, memudahkan pasukan lokal untuk mengamankan wilayah.
Langkah-langkah stabilisasi selanjutnya difokuskan pada integrasi warga lokal dalam administrasi pemerintahan. Pendekatan ini bertujuan memperkuat legitimasi pemerintah dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat.
Akhirnya, keberhasilan pasukan suku lokal dalam memukul mundur SDF membuka peluang pemulihan penuh Hasakah dan Qamishli. Operasi ini menandai babak baru dalam sejarah konflik timur laut Suriah, sekaligus menunjukkan determinasi pemerintah dan masyarakat lokal untuk menjaga keamanan dan stabilitas.

Blogger Comment
Facebook Comment